IT FORENSIC & CONTOHNYA
04 - 12 - 2023, Campus of future Harmony
Prolog.
Pada artikel ini kita akan membahas tentang Information Technology Forensic atau bisa disebut dalam bahasa artinya analisa hukum secara digital. Yang mana IT Forensic sendiri mulai dikenal pada akhir tahun 1970 an, yakni ketika revolusi komputasi, kemudian pada awal abad 21, akhirnya negara - negara mulai membentuk disiplin dari kebijakan ini. Seperti apakah kira - kira IT Forensic ini? langsung saja kita menuju pembahasan.
What is?
IT Forensic adalah suatu proses ilmiah dalam mengumpulkan, menganalisa, dan menghadirkan berbagai bukti dalam sidang pengadilan terkait adanya suatu kasus hukum. Landasan IT forensic atau forensik digital ialah praktik pengumpulan, analisis, dan pelaporan data digital. Investigasi forensik digital memiliki penerapan yang sangat beragam. Penggunaan paling umum adalah untuk mendukung atau menyanggah asumsi kriminal dalam pengadilan pidana atau perdata.
What for?
IT Forensic diadakan dengan tujuan mendapatkan fakta-fakta obyektif dari sebuah insiden / pelanggaran keamanan sistem informasi. Yang mana setelah fakta pelanggaran tersebut sudah didapatkan, maka akan digunakan sebagai bukti - bukti untuk digunakan dalam proses hukum setelah melalui tahap verifikasi.
IT Forensic memiliki beberapa komponen yang diperlukan, yaitu manusia, perangkat dan aturan. Penguasaan ilmu forensik digital tidak hanya menuntut kemampuan teknis semata tetapi juga terkait dengan bidang lain, seperti bidang hukum. Aspek teknis dari penyelidikan dapat dibagi menjadi beberapa subcabang, sesuai dengan jenis perangkat digital yang terlibat; forensik komputer, forensik jaringan, analisis data forensik dan forensik peranti bergerak. Proses forensik umumnya meliputi penyitaan, forensic imaging (akuisisi) dan analisis media digital dan penyusunan laporan berdasarkan bukti yang dikumpulkan.
Tahapan - Tahapan
1. Identifikasi
Pertama - tama bukti yang hendak digunakan akan dikumpulkan terlebih dahulu, setelah nya penyelidikan dimulai dari identifikasi dimana bukti itu berada dan bagaimana caranya mempermudah penyelidikan.
contoh tools yang bisa digunakan adalah : Forensic Acquisition Utilities, Ftimes dan ProDiscover DFT
2. Penyimpanan
Tahapan ini mencakup penyimpanan dan penyiapan bukti-bukti yang ada termasuk melindungi bukti-bukti dari kerusakan, perubahan dan penghilangan oleh pihak-pihak tertentu.
3. Analisa
Adalah tahapan untuk menganalisa secara mendalam bukti - bukti yang telah ada. Analisis forensik pada dasarnya untuk menjawab pertanyaan penyelidikan dengan menganalisis data yang ditemukan pada citra forensik yang dibuat pada tahapan "pengumpulan bukti". Namun , seorang penyelidik mendapatkan bukti menggunakan sejumlah metodologi dan instrumen yang berbeda-beda.
4. Presentasi
yaitu tahapan penguraian dan penjelasan bukti - bukti yang telah didapatkan dan dianalisa yang mana bukti - bukti tersebut dapat dibuktikan secara hukum lewat pengadilan.
Kesimpulan
Berhubung IT Forensic ini adalah proses - proses yang memiliki 2 komponen yakni aturan dan perangkat atau mungkin bisa kita katakan teknologi, maka sebagai anak ilkom atau IT hendaknya kita mempelajari dan membuka mata selebar - lebarnya mengenai hal ini, karena di zaman modern ini selain tentang bisnis dan entertainment, bidang hukum juga selazimnya semakin maju seiring berkembangnya teknologi. Semoga saja kedepannya IT forensic ini dapat dipahami oleh semua masyarakat Indonesia agar selain melek teknologi, wawasan kitamengenai proses hukum juga semakin maju.
Sekian, Terimakasih.

Komentar
Posting Komentar